Monday, August 03, 2009

Batak Berasal dari puncak jaya papua

Mengapa halakkita batak secara umum sangat cocok berteman dengan kitorang papua? Ada yang mengatakan straight forward style-nya yang mirip ketika ngomong, atau vokalisasi-pengucapan-nya yang terkesan kuat, jelas.. setiap huruf terucap dengan sangat jelas, semua huruf muncrat dimulut,…sering menjadi bahan ejekan ditelevisi orang orang jakarta…oh barangkali bukan ejekan, mungkin juga apresiasi. Mungkin juga karena tantangan hidup yang mirip di landscape geografis yang bergunung-gunung. Atau, karena sama sama cantik cantik dan ganteng ganteng. Yg ini ngga bisa disangkal: karena sama sama pekerja keras…lihatlah timnas sepak bola kita: ada mahyadi panggabean, saktiawan sinaga, boas salossa, Ricardo salampessy, ortisan salossa, dll.

Saya punya teman beberapa orang papua. Dalam pertemuan nasional, biasanya orang batak pertama kali mencari orang papua. Rupa-rupanya terjadi sebaliknya, orang papua biasanya mencari-cari orang batak. Nanti ditanya kepada panitia, ada ngga orang batak peserta pertemuan ini? orang batak juga tanya, ada orang papua ngga? Seperti ada koneksitas magis yang membuat mereka punya naluri untuk bertegur sapa. Oohhhh jadi kamu orang batak ya? Sa orang dari papua. Kemudian langsung baku peluk dan baku-salam.

Percayalah, aku lupa namanya, seorang anggota DPRD Sumatera Utara yg lalu beberapa periode dijabat orang Indonesia timur, tetapi lebih “sedeng” lagi adalah pejabat gubernur di papua pernah dijabat oleh orang batak.bahh…benar benar gawat sinulingga, seperti apa sih asal usul hubungan kedua suku ini….ini telusuran jejaknya.

Iya juga pikirku, mulajadi nabolon hampir tidak mungkin menurunkan putri kesayangannya, deak parujar, di bukit (hanya ‘bukit’) pusuk..maksudku pusuk buhit. Bukitnya terlalu cetek dibanding gunung lain semacam sinabung, kerinci, galunggung, dan tentunya yang tertinggi, jaya wijaya di papua. Dia adalah putri kesayangan dewa utama, mulajadi nabolon yang tidak tega menghukum putrinya terlalu keras, meskipun telah menolak untuk dikawinkan. Deak parujar diusir dari kayangan, dan diberikan sedikit tanah pauseang, bernama bumi.

Si boru deak parujar tentu melakukan kerja pertamanya di jaya wijaya sebagai gunung tertinggi di khatulistiwa ini. Pasca turun dari sorga, pijakan kaki pertama, seperti dikisahkan legenda batak, adalah digunung tertinggi. Disanalah Mr. Ihat Manisia memulai tahtanya bersama juffrow deak parujar, setelah mereka dihukum oleh mulajadi nabolon dari surga. Keturunan dewa dewi ini, setelah itu, antara lain Mr Tantan Debata, si petualang, terbang jauh ke danau toba dan memiliki anak pertama siraja batak.

Si (raja) Jau, keturunan lain Deak parujar, tidak cukup kuat terbang, atau nafsu terbangnya memang tidak terlalu besar, sehingga memilih berhenti disekitar pulau Jawa, dan berkembang biak disana. Mr Jau ini punya karakter lembut, rendah hati, defensif, sulit ditebak, tetapi pemikir yang dalam.

Sementara itu, isumbaon, raja sakti keturunan siraja batak, yang selalu suka menyendiri dan semedi, melakukan ekspedisi dan terbang ke papua kembali untuk mengenang bona ni ari-nya, deak parujar. Kemudian sebagai tanda penghargaan, secara misterius menyihir papua menjadi pulau paling cantik, paling kaya sumber daya alam, paling tinggi biodiversitynya, sebagai simbol dan peringatan bagi tempat turunnya dewa dewi pertama.

Sepertinya tidak ada catatan yang mengatakan isumbaon langsung balik ke tanah batak, besar kemungkinan dia berhenti beberapa saat di Kalimantan, dan berkembang biak disana. Dia suka dengan ketenangan, sehingga dia membunuh naga yang sering mengusik. Karena itulah, maka di pulau Kalimantan tidak ada gempa hingga saat ini. satu satunya keturunan siraja batak yang tidak suka bepergian adalah guru tatea bulan. Dia menghabiskan waktu di tanah tidak terlalu subur, toba, memiliki banyak sekali anak laki-laki dan perempuan, dan menjadi bapak bagi orang-orang batak masa kini yang ada disana.

Namun dikemudian hari, raja sakti isumbaon, sang kesepian dan pengembara, menyuruh beberapa keturunannya balik ke toba, dan salah satu titisannya adalah sisingamangaraja.

untuk niat yg belum kesampaian ke papua……Sunday morning, august 2nd, 2009

saurlin.

Free Hit Counters

Free Counter
Locations of visitors to this page

3 comments:

Meryati Priska Sianturi said...

Salam kenal..
Lucu juga ceritanya kalau batak berasal dari puncak jaya papua,saya baru:) walaupun saya masih ragu apakah benar begitu kronologis ceritanya. saya orang batak yang baru hijrah ke Papua,dan memang benar wilayah ini diwarnai oleh orang batak.

Meryati Priska Sianturi said...
This comment has been removed by the author.
Wakhinuddin said...

Bagus imajinasinya, ada pesan kemulian bangsa bangsa kita, ada pesan kesetaraan bangsa-bangsa di indonesa, ada pesan 'ndang barimbar tano hamatean', ada pesan adaptabilitas... dstnya....
mantap....
Horas Papua !