Thursday, January 14, 2016

Sesat..

hari ini semua media ribut soal sesat menyesatkan.

sejarah bercerita begini soal sesat-menyesatkan. Sejarah peradaban awal timur tengah dan yunani kuno; menulis pikirannya-atau nulis buku- ekslusif hanya tugas raja dan penasihat raja. Bagi siapa yang kedapatan menulis buku adalah sundal sesat, dihukum mati.

Ketika socrates berbicara berbeda dengan langgam filsafat raja, socrates juga disebut sesat dan harus mati dibunuh.  400 tahun berikutnya, Yesus, seorang anak pekerja logging, harus mati dibunuh karena berbeda penjelasan tentang buku yang ditulis yesaya.
Lima abad berikutnya, menyebut bumi bulat seperti Galileo adalah sesat, Galileo pun dihukum mati. 

Saya melompat saja ke rumah kita; soekarno juga harus dibunuh perlahan lahan, dianggap sesat, hanya karena melihat apa yang tidak mampu dilihat orang pada jamannya: sebuah indonesia raksasa yang tidak perlu mengekor ke blok barat atau ke timur. Mimpi sukarno terlihat jelas di patung yang dia citrakan sebagai manusia indonesia; patung dirgantara pancoran dan patung pemuda membangun di bunderan senayan.


Hari ini kita tahu mereka keliru; menulis buku bukanlah pekerjaan sesat, berfilsafat kritis juga adalah kecerdasan mulia, dan bumi ternyata benar bulat. Nah..soal indonesia sebagai raksasa  (seperti yang soekarno gambarkan di tugu-tugu dan dibuku2 yg ditulisnya)...sepertinya masih lebih banyak yg tidak percayahh...buktinya banyak pemimpin kita masih di level mental korupsi..karena tidak yakin dirinya lebih besar dari sekedar penyamun. Selamat pagi.
Free Hit Counters
Free Counter Locations of visitors to this page

No comments: